Jumat, 24 Mei 2013

Panasonic Luncurkan Projektor jengan Fitur Tercanggih


TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN
- PT. Indovisual Presentatama meluncurkan All New Panasonic Projector Series di Medan yang memiliki banyak fitur tercanggih yang memberikan manfaat tambahan bagi para pengguna portable projector maupun pihak profesional di berbagai bidang.

Menurut Heru Wicaksono General Manajer Sales Indovisual Presentatama mengungkapkan bahwa kegiatan Panasonic Customer Gathering and New Product Launching digelar untuk mendekatkan Panasonic dengan para konsumennya.

”Acara ini sengaja dilakukan bersama Panasonic selaku principal di Indonesia yang tujuannya untuk memperkenalkan Panasonic lebih jauh lagi kepada customer. Kami mengucapkan terima kasih kepada para konsumen yang telah mempercayakannya produk Panasonic,” kata Heru di Hotel Grand Aston, Selasa (23/4) malam.

Heru mengatakan bahwa PT. Indovisual Presentatama sebagai autorized distributor untuk Panasonic Projector dan Project Flat Panel Display atau yang lebih dikenal dengan profesional monitor, melalui kegiatan ini ingin membangun hubungan yang lebih kuat dengan customer di setiap kota yang dikunjungi.

Beberapa produk berteknologi yang dibawa oleh Panasonic di acara tersebut diantaranya adalah projector PT-DZ21K, PT-RW330, PT-RZ370, PT-LZ370EA, Plasma Professional Monitor Interactive, Digital Link Interface Box, 3D Video Maping.

(riz/tribun-medan.com)

Selasa, 21 Mei 2013

tugas visual basic - listing view

tugas visual basic - listing view





Public Class Form1

    Private Sub Form1_Load(ByVal sender As System.Object, ByVal e As System.EventArgs) Handles MyBase.Load
        NIK.Items.Add("001")
        NIK.Items.Add("002")
        NIK.Items.Add("003")
        JABATAN.Items.Add("Mandor")
        JABATAN.Items.Add("Kepala Bagian")
        JABATAN.Items.Add("Staff")
        STATUS.Items.Add("Menikah")
        STATUS.Items.Add("Tidak Menikah")
        For i = 1 To 4
            Jlh_Anak.Items.Add(i)
        Next i
        For i = 1 To 10
            Jam_Lembur.Items.Add(i)
        Next i
        BuatTabel()

    End Sub

    Private Sub JABATAN_SelectedIndexChanged(ByVal sender As System.Object, ByVal e As System.EventArgs) Handles JABATAN.SelectedIndexChanged
        Select Case JABATAN.Text
            Case "Mandor" : GAJI.Text = 1750000
            Case "Kepala Bagian" : GAJI.Text = 2500000
            Case "Staff" : GAJI.Text = 1250000
        End Select
        Pajak.Text = 0.015 * GAJI.Text

    End Sub

    Private Sub STATUS_SelectedIndexChanged(ByVal sender As System.Object, ByVal e As System.EventArgs) Handles STATUS.SelectedIndexChanged
        Select Case STATUS.Text
            Case "Menikah" : Tunjangan_Istri.Text = 0.09 * GAJI.Text
            Case "Tidak Menikah" : Tunjangan_Istri.Text = 0
        End Select

    End Sub

    Private Sub Jlh_Anak_SelectedIndexChanged(ByVal sender As System.Object, ByVal e As System.EventArgs) Handles Jlh_Anak.SelectedIndexChanged
        If Jlh_Anak.Text >= 2 And STATUS.Text = "Menikah" Then
            Tunjangan_Anak.Text = 0.07 * GAJI.Text
        ElseIf Jlh_Anak.Text = 1 And STATUS.Text = "Tidak Menikah" Then
            Tunjangan_Anak.Text = 0.03 * GAJI.Text
        Else
            Tunjangan_Anak.Text = 0
        End If
    End Sub

    Private Sub BtnProses_Click(ByVal sender As System.Object, ByVal e As System.EventArgs) Handles BtnProses.Click
        If JABATAN.Text = "Mandor" Then
            Honor_Lembur.Text = Jam_Lembur.Text * 7500
        ElseIf JABATAN.Text = "Kepala Bagian" Then
            Honor_Lembur.Text = Jam_Lembur.Text * 310000
        ElseIf JABATAN.Text = "Staff" Then
            Honor_Lembur.Text = Jam_Lembur.Text * 5000
        Else
            Honor_Lembur.Text = 0
        End If
        Total.Text = Val(Honor_Lembur.Text) + Val(GAJI.Text) + Val(Tunjangan_Istri.Text) + Val(Tunjangan_Anak.Text) + Val(Pajak.Text)

    End Sub

    Private Sub BtnBaru_Click(ByVal sender As System.Object, ByVal e As System.EventArgs) Handles BtnBaru.Click
        NAMA.Text = ""
        NIK.Text = ""
        JABATAN.Text = ""
        GAJI.Text = ""
        STATUS.Text = ""
        Tunjangan_Istri.Text = ""
        Jlh_Anak.Text = ""
        Tunjangan_Anak.Text = ""
        Jam_Lembur.Text = ""
        Honor_Lembur.Text = ""
        Pajak.Text = ""
        Total.Text = ""

    End Sub

    Private Sub Btnsimpan_Click(ByVal sender As System.Object, ByVal e As System.EventArgs) Handles Btnsimpan.Click
        IsiTabel()
        NIK.Text = ""
        NAMA.Text = ""
        JABATAN.Text = ""
        GAJI.Text = ""
        STATUS.Text = ""
        Tunjangan_Istri.Text = ""
        Jlh_Anak.Text = ""
        Tunjangan_Anak.Text = ""
        Jam_Lembur.Text = ""
        Honor_Lembur.Text = ""
        Pajak.Text = ""
        Total.Text = ""

    End Sub

    Private Sub BtnKeluar_Click(ByVal sender As System.Object, ByVal e As System.EventArgs) Handles BtnKeluar.Click
        End
    End Sub

    Private Sub LV_SelectedIndexChanged(ByVal sender As System.Object, ByVal e As System.EventArgs) Handles LV.SelectedIndexChanged

    End Sub
    Sub BuatTabel()
        LV.Columns.Add("NIK", 80, HorizontalAlignment.Center)
        LV.Columns.Add("NAMA", 180, HorizontalAlignment.Left)
        LV.Columns.Add("JABATAN", 80, HorizontalAlignment.Center)
        LV.Columns.Add("GAJI", 80, HorizontalAlignment.Center)
        LV.Columns.Add("STATUS", 80, HorizontalAlignment.Center)
        LV.Columns.Add("Tunjangan Istri", 80, HorizontalAlignment.Center)
        LV.Columns.Add("Jumlah Anak", 80, HorizontalAlignment.Center)
        LV.Columns.Add("Tunjangan Anak", 80, HorizontalAlignment.Center)
        LV.Columns.Add("Jam Lembur", 80, HorizontalAlignment.Center)
        LV.Columns.Add("Honor Lembur", 80, HorizontalAlignment.Center)
        LV.Columns.Add("Pajak", 80, HorizontalAlignment.Center)
        LV.Columns.Add("Total", 80, HorizontalAlignment.Center)
        LV.View = View.Details
        LV.GridLines = True
        LV.FullRowSelect = True
    End Sub
    Sub IsiTabel()
        Dim Lst As New ListViewItem
        Lst.Text = nik.Text
        Lst.SubItems.Add(NAMA.Text)
        Lst.SubItems.Add(JABATAN.Text)
        Lst.SubItems.Add(GAJI.Text)
        Lst.SubItems.Add(STATUS.Text)
        Lst.SubItems.Add(Tunjangan_Istri.Text)
        Lst.SubItems.Add(Jlh_Anak.Text)
        Lst.SubItems.Add(Tunjangan_Anak.Text)
        Lst.SubItems.Add(Jam_Lembur.Text)
        Lst.SubItems.Add(Honor_Lembur.Text)
        Lst.SubItems.Add(Pajak.Text)
        Lst.SubItems.Add(Total.Text)
        LV.Items.Add(Lst)
    End Sub

    Private Sub NIK_SelectedIndexChanged(ByVal sender As System.Object, ByVal e As System.EventArgs) Handles NIK.SelectedIndexChanged
        Select Case NIK.Text
            Case "001" : NAMA.Text = "SAHAT MARULI"
            Case "002" : NAMA.Text = "ERI IRAWAN"
            Case "003" : NAMA.Text = "AKMA RIZAN"
            Case Else
                NAMA.Text = ""  'Apabila tidak ada yang sama
        End Select

    End Sub

    Private Sub NAMA_TextChanged(ByVal sender As System.Object, ByVal e As System.EventArgs) Handles NAMA.TextChanged

    End Sub
End Class

Kunci (kriptografi)


Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
Suatu kunci mengendalikan jalannya sebuah enkripsi
Dalam kriptografi, kunci adalah suatu informasi yang mengendalikan jalannya sebuah algoritma kriptografi. Dalam enkripsi, kunci memberikan cara khusus bagaimana suatu algoritma mentransformasikan teks terang (plaintext) menjadi teks tersandi (ciphertext), ataupun proses sebaliknya (disebut dekripsi). Teks tersandi dapat diubah menjadi teks terang, jika sang pembaca mengetahui algoritma yang digunakan, dan memiliki kunci yang benar. Dengan kata lain, lunci bertindak sebagai suatu password dalam algoritma tersebut. Selain enkripsi, kunci juga digunakan pada algoritma kriptografi lainnya, seperti tanda tangan digital dan kode otentikasi pesan.

Kerahasiaan

Dalam mendesain suatu sistem keamanan digital, demi keamanan harus diasumsikan bahwa para penyerang telah mengetahui algoritma yang digunakan. Hal ini disebut Prinsip Kerckhoff — "hanya kerahasiaan kuncilah yang menjamin keamanan". Sejarah kriptografi telah membuktikan bahwa sangat sulit untuk merahasiakan algoritma enkripsi. Hal ini disebabkan karena kebanyakan algoritma telah dikenal dan digunakan oleh banyak pihak. Sedangkan kunci lebih mudah dirahasiakan, karena berisi lebih sedikit informasi, memiliki banyak kemungkinan, dan mudah diganti, jika kunci tersebut dicurigai telah bocor. Jadi, keamanan sebuah sistem enkripsi amat tergantung pada kerahasiaan kunci yang digunakan.
Berbeda dengan enkripsi sederhana dimana kunci biasanya dapat dihafal dengan mudah, kunci enkripsi modern kadang sulit untuk dihafal. Hal ini menyebabkan kunci harus dituliskan, dan disimpan dari orang yang tidak berwenang. Kadang-kadang, hal ini dapat dibobol dengan pencurian, penipuan, social engineering, penggeledahan, dan lain sebagainya.
Algoritma enkripsi yang menggunakan kunci yang sama untuk enkripsi dan dekripsi disebut algoritma kunci simetrik. Sedangkan algoritma kunci asimetrik, yang baru ditemukan pada 1970an, menggunakan sepasang kunci. Kunci publik (public key), yang digunakan untuk enkripsi, diumumkan kepada publik sedangkan kunci pribadi (private key) yang digunakan untuk dekripsi hanya disimpan di satu tempat. Kunci pribadi harus dibuat sedemikian rupa sehingga tidak dapat ditebak sekalipun kunci publik diketahui.

Cara Membedakan BlackBerry Asli dan Palsu


Info Gadget – Cara Membedakan BlackBerry Asli  dan Palsu. Sebagian orang mungkin sudah tau cara membedakan antara BlackBerry asli dan palsu, namun kebanyak orang apalagi orang awam seperti saya masih belum mengetahui seperti apa perbedaan antara blackberry asli dan palsu. Maka dari itu tak heran jika masih banyak pengguna bahkan pecinta BlackBerry sering mengalami peniupan dalam hal keaslian.
Cara Membedakan BlackBerry Asli dan Palsu
Cara Membedakan BlackBerry Asli dan Palsu
So, berangkat dari hal diatas Info Gadget akan mengupas sekaligus memberikan tips atau informasi mengenai Cara Membedakan BlackBerry Asli dan Palsu. Simak baik-baik yah :D
  • Cek IMEI dan PIN BlackBerry

Cara Membedakan BlackBerry Asli atau Palsu yang pertama adalah Mengecek Nomer IMEI dan PIN BlackBerry di ponsel BlackBerry anda. Lalu caranya bagaimana? Caranya adalah buka menu BlackBerry anda dan masuk ke HomeScreen setelah itu tekan tombol Shift + ALT + H secara bersamaan. Setelah itu akan muncul nomor IMEI dan PIN BB anda, kemudian silahkan anda cek dengan di dosbox atau di baterai bb anda.
  • Cek Data Lifetime BlackBerry

Cara Membedakan BlackBerry Asli atau Palsu yang kedua adalah dengan melihat sekaligus mengecek lifetime yang ada pada BB Anda. Bagaimana Caranya?, dari HomeScreen pilih Option, Status kemudian akan muncul pesan exceeding 120K dan Voice Usage Exceeding 0 Minutes. Lalu apa artinya jika angkanya masih 0 berarti BlackBerry anda memang masih dalam keadaan baru alias asli.
  •  Cek Logo BlackBerry

Cara Membedakan BlackBerry Asli atau Palsu yang selanjutnya adalah dengan memperhatikan logo yang muncul di layar LCD anda. Pastikan semua logo yang muncu sama dengan logo pada body blackberry.
  • Cek Harga BlackBerry

Dengan mengecek Harga BlackBerry dengan reseller dan membandingkannya, maka anda akan dapat menilai sendiri barang asli atau palsu.

Oke mungkin hanya ini yang dapat saya sampaikan, Demikian Informasi dari Info Gadget Seputar Cara Membedakan BlackBerry Asli dan Palsu, Semoga Bermanfaat

Video Sony Pamer Kecanggihan Controller PS4



Ahmad Luthfi - Okezone
Browser anda tidak mendukung iFrame
Minggu, 28 April 2013 17:05 wib
detail berita
Screenshot YouTube
TOKYO - Perusahaan pengembang konsol game, Sony memamerkan kecanggihan controller atau stik pengendali PlayStation 4 (PS4) dalam sebuah video yang diunggah di YouTube.

Dilansir Crave.cnet, Minggu (28/4/2013), Sony menunjukkan fitur baru dari DualShock 4, yang merupakan controller PlayStation terbaru. Video berdurasi 2 menit 30 detik ini mengungkap beberapa penjelasan dari tim pengembang Sony.

Fitur yang diperkenalkan antara lain adanya tombol Share. Tombol ini memungkinkan pemain menangkap jejak gameplay, membuat sebuah video serta mengunggahnya melalui internet.

Fitur ini merupakan cara Sony dalam mengintegrasikan unsur sosial media dan game melalui controller canggih di konsol game terbarunya. Selain itu, Sony juga menyematkan sensor gerak yang memungkinkan konsol game menelusuri keberadaan controller.

Berbeda dari controller PlayStation sebelum-sebelumnya, stik pengendali terbaru untuk PS4 ini dilengkapi speaker yang menambahkan suara dinamis. Bila TV Anda akan memberikan suara besar dari soundtrack, maka controller akan menambah detail ekstra seperti desingan peluru ketika terdengar oleh telinga karakter dalam permainan.

Dengan berbagai fitur canggih ini, tampaknya akan membuat controller PS4 dibanderol sangat mahal. Sementara controller DualShock 3, dibanderol 30 poundsterling (sekira Rp420 ribu), maka kemungkinan controller PS4 ini akan dijual di atas harga tersebut. (fmh)

Kecanggihan Android 4.1 Jelly Bean


Jelly Bean, generasi terbaru dari sistem operasi si robot hijau telah resmi dipamerkan oleh Google pada acara Google I/O di San Francisco, Amerika Serikat. Android 4.1 atau lebih dikenal dengan Jelly Bean ini adalah salah satu dari 6 rumor terobosan baru yang akan dipamerkan pada Google I/O tahun ini.

Berikut ini adalah beberapa fitur yang membuat Jelly Bean terasa lebih 'manis' dibandingkan dengan generasi sebelumnya yaitu Ice Cream Sandwich (ICS).

Bebas Lag

Kecanggihan Android 4.1 Jelly Bean


ICS sebenarnya sudah cukup mempesona dengan tingkat responsifitas yang baik, tapi Jelly Bean menawarkan yang lebih baik berkat Project Butter.

Project Butter ini menyebabkan tampilan Android lebih menarik dan juga mengoptimalkan kemampuan System on Chip (SoC) pada tiap ponsel. Klaim dari Google menyebutkan 3 hal yang membuat Project Butter tambah mempesona adalah Vsync untuk anti flickr, Triple Buffering untuk mengoptimalkan OpenGL dan optimalisasi prosesor untuk meningkatkan responsifitas ponsel.

Google Now

Kecanggihan Android 4.1 Jelly Bean

Google Now adalah aplikasi berbasis lokasi yang katanya mampu memberikan banyak informasi pada penggunanya, inilah fitur unggulan Android 4.1.

Berbeda dengan sistem berbasis lokasi pada umumnya, Google Now menggunakan search history dari browser, kalender serta lokasi pengguna. Hal ini diyakini bisa menghasilkan informasi yang lebih pas bagi masing-masing user.

Widget Selalu Pas

Kecanggihan Android 4.1 Jelly Bean

Widget kini makin cerdas. Secara otomatis akan menyesuaikan ukurannya dengan space yang tersisa di layar. Sehingga widget berukuran besar pun akan tetap enak dipandang dilayar ponsel dengan OS Jelly Bean.

Galery Foto Baru

Kecanggihan Android 4.1 Jelly Bean

Android Ice Cream Sandwich menawarkan pengambilan gambar tanpa lag dan kemampuan Burts yang keren, tapi di Jelly Bean terbaikan justru dilakukan pada aplikasi galery foto hingga tampil lebih anyar.

Pencarian Suara Yang Lebih Cerdas

Kecanggihan Android 4.1 Jelly Bean

Pencarian web lewat perintah suara di Android sudah sejak lama bisa dilakukan, tapi fitur itu kini dibenahi hingga bisa dibuat lebih cerdas dengan kemampuan menjawab.

Android 4.1 (yang sempat diisukan akan disebut Android 5.0) rencananya akan dirilis mulai pertengahan Juli 2012. Sebelum ke gadget lain, kemungkinan besar akan lebih dulu merapat pada Galaxy Nexus, Nexus S dan Motorola Xoom.

Sumber : http://madereastu.blogspot.com/2012/11/kecanggihan-android-41-jelly-bean.html#ixzz2TvgFrlVZ

Pemrograman dengan Java


Ari Hermawan
Java sebagai salah satu bahasa pemrograman baru menjanjikan banyak kemudahan bagi programer junior maupun senior. Tutorial ini akan membawa Anda mengenal lebih jauh bahasa ini melalui pembahasan konsep model perancangan dan petunjuk sederhana penggunaannya.

Apakah Java?

Java adalah bahasa pemrograman berorientasi objek yang dikembangkan oleh Sun Microsystems sejak tahun 1991. Bahasa ini dikembangkan dengan model yang mirip dengan bahasa C++ dan Smalltalk, namun dirancang agar lebih mudah dipakai dan ­platform independent, yaitu dapat dijalankan di berbagai jenis sistem operasi dan arsitektur komputer­­. Bahasa ini juga dirancang untuk pemrograman di Internet sehingga dirancang agar aman dan portabel.

Platform Independent

Platform independent berarti program yang ditulis dalam bahasa Java dapat dengan mudah dipindahkan antar berbagai jenis sistem operasi dan berbagai jenis arsitektur komputer. Aspek ini sangat penting untuk dapat mencapai tujuan Java sebagai bahasa pemrograman Internet di mana sebuah program akan dijalankan oleh berbagai jenis komputer dengan berbagai jenis sistem operasi. Sifat ini berlaku untuk level source code dan binary code dari program Java. Berbeda dengan bahasa C dan C++, semua tipe data dalam bahasa Java mempunyai ukuran yang konsisten di semua jenis platform. Source code program Java sendiri tidak perlu dirubah sama sekali jika Anda ingin mengkompile ulang di platform lain. Hasil dari mengkompile source code Java bukanlah kode mesin atau instruksi prosesor yang spesifik terhadap mesin tertentu, melainkan berupa bytecode yang berupa file berekstensi .class. Bytecode tersebut dapat langsung Anda eksekusi di tiap platform yang dengan menggunakan Java Virtual Machine (JVM) sebagai interpreter terhadap bytecode tersebut.
JVM sendiri adalah sebuah aplikasi yang berjalan di atas sebuah sistem operasi dan menerjemahkan bytecode program Java dan mengeksekusinya, sehingga secara konsep bisa dianggap sebagai sebuah interpreter. Proses pengeksekusian program Java dapat dilukiskan seperti di Gambar 1. Dengan cara ini, sebuah program Java yang telah dikompilasi akan dapat berjalan di platform mana saja, asalkan ada JVM di sana.
Kompiler dan interpreter untuk program Java berbentuk Java Development Kit (JDK) yang diproduksi oleh Sun Microsystems. JDK ini dapat didownload gratis dari situs java.sun.com. Interpreter untuk program Java sendiri sering juga disebut Java Runtime atau Java Virtual Machine. Interpreter Java, tanpa kompilernya, disebut Java Runtime Environment (JRE) dapat didownload juga di situs yang sama. Untuk mengembangkan program Java dibutuhkan JDK, sementara jika hanya ingin menjalankan bytecode Java cukup dengan JRE saja. Namun untuk mengeksekusi applet (sebuah bytecode Java juga) Anda biasanya tidak perlu lagi mendownload JRE karena browser yang Java-enabled telah memiliki JVM sendiri.

Library

Selain kompiler dan interpreter, bahasa Java sendiri memiliki library yang cukup besar yang dapat mempermudah Anda dalam membuat sebuah aplikasi dengan cepat. Library ini sudah mencakup untuk grafik, desain user interface, kriptografi, jaringan, suara, database, dan lain-lain.

OO

Java adalah bahasa pemrograman berorientasi objek. Pemrograman berorientasi objek secara gamblang adalah teknik untuk mengorganisir program dan dapat dilakukan dengan hampir semua bahasa pemrograman. Namun Java sendiri telah mengimplementasikan berbagai fasilitas agar seorang programer dapat mengoptimalkan teknik pemrograman berorientasi objek.
Sedikit perbandingan tambahan dengan bahasa C dan C++, Java banyak mewarisi konsep orientasi objek dari C++ namun dengan menghilangkan aspek-aspek kerumitan dalam bahasa C++ tanpa mengurangi kekuatannya. Hal ini mempermudah programer pemula untuk mempelajari Java namun mengurangi keleluasaan programer berpengalaman dalam mengutak-atik sebuah program. Di balik kemudahan yang ditawarkan Java, luasnya fasilitas library Java sendiri membuat seorang programer membutuhkan waktu yang tidak singkat untuk dapat menguasai penggunaan library-library tersebut.

Memulai Pemrograman Java

Untuk membuat program Java, seperti telah disebutkan sebelumnya, Anda membutuhkan JDK. Proses instalasi JDK tersebut sangat mudah dan tidak membutuhkan pengetahuan tertentu. Namun untuk menggunakannya Anda perlu melakukan beberapa penyesuaian dengan sistem operasi Anda. Umumnya yang perlu Anda lakukan adalah memasukkan path ke direktori JDK Anda ke setting path pada sistem operasi Anda. Misalkan direktori JDK Anda adalah C:\jdk1.4 maka pada Windows 98 Anda cukup menambahkan baris perintah SET PATH=C:\jdk1.4\bin pada file autoexec.bat Anda. Untuk Windows NT/2000/XP Anda cukup menambahkan direktori C:\jdk1.4\bin pada variabel path di System Environment. Caranya: klik kanan ikon My Computer, pilih Properties. Kemudian pilih tab Advanced. Lalu klik tombol Environment Variables, cari variabel path, kemudian tambahkan path direktori JDK Anda ke dalam variabel tersebut. Untuk Linux, tambahkan baris perintah SET CLASSPATH=(direktori jdk Anda) ke file profile Anda. Untuk mencoba JDK, ketikkan perintah java dan javac pada shell prompt (atau DOS Command Prompt). Jika perintah tersebut sudah dikenali maka program java atau javac akan menampilkan sintaks penggunaan. Untuk kemudahan dan berbagai fasilitas tambahan Anda dapat menggunakan Integrated Development Environment (IDE) untuk bahasa Java seperti Visual Café dari Symantec atau JBuilder dari Borland.
Urutan langkah-langkah yang harus Anda lakukan untuk membuat sebuah program Java sederhana adalah:
  1. Membuat source code program dengan editor teks apapun. Ingat, file tersebut harus berekstensi .java dan case sensitive.
  2. Mengkompile source code dengan perintah javac. Misalnya: javac HelloWorld.java. Jika berhasil, hasilnya adalah file bytecode berakhiran .class.
  3. Mengeksekusi bytecode dengan perintah java. Parameter dari perintah ini adalah nama file hasil kompilasi tanpa ekstensi .class. Contoh: java HelloWorld.

Source Code

Berikut kode untuk HelloWorld.java:
public class HelloWorld
{
    public static void main(String[] args) 
    {
        System.out.println("Apa Kabar Dunia?");
    }
}
Dan ini sebuah contoh lain, yaitu applet sederhana untuk menampilkan teks di applet. Sebutlah file ini bernama HelloWorldApplet.java:
import java.awt.Graphics;

public class HelloWorldApplet extends java.applet.Applet
{
    public void paint(Graphics g) 
    {
        g.drawString("Apa Kabar Dunia?", 5, 25);
    }
}
Secara gamblang dapat diperhatikan bahwa struktur kedua program sangat mirip, dan hanya berbeda dalam konteks eksekusi. Kedua program ini akan dibahas lebih lanjut setelah kita membahas cara mengkompile dan mengeksekusi program tersebut.
Perlu diingat bahwa bahasa Java bersifat case sensitive, sehingga Anda harus memperhatikan penggunaan huruf besar dan kecil. Selain itu penulisan source code program tidak harus memperhatikan bentuk tertentu, sehingga Anda bisa saja menuliskan semua baris source code tersebut dalam satu baris asal Anda tidak lupa membubuhkan tanda titik koma (;), atau menuliskan tiap kata dalam satu baris tersendiri. Namun dianjurkan Anda mengikuti layout seperti pada contoh agar program Anda mudah dibaca dan dimengerti.

Kompilasi

Setelah kedua file disave dengan nama HelloWorld.java dan HelloWorldApplet.java, kita akan mengkompile kedua program tersebut dengan perintah:
prompt> javac HelloWorld.java
prompt> javac HelloWorldApplet.java
Perlu diperhatikan bahwa direktori aktif Anda saat ini adalah direktori tempat Anda meletakkan file-file program tersebut. Anda tetap dapat mengkompile program Anda dari direktori berbeda dengan perintah:
prompt> javac (direktori program)/namafile.java
Setelah perintah ini selesai, Anda akan melihat bahwa telah tercipta dua buah file .class, yaitu bytecode hasil kompilasi source code kita.

Sintaks Program

Sekarang kita akan mencoba membahas elemen-elemen dalam kedua source code tersebut.
Pada awal Listing 2 kita menemukan perintah import. Pada tahap awal ini Anda perlu mengetahui bahwa pernyataan tersebut hanya berfungsi mempermudah penulisan metode atau dalam bahasa pemrograman lain disebut prosedur atau fungsi. Jadi Anda hanya perlu menulis Graphics sebagai pengganti java.awt.Graphics, karena kita telah mengimpor java.awt.Graphics.
Kemudian di masing-masing listing terdapat pernyataan public class. Pernyataan ini adalah pernyataan pembuka sebuah kelas. Kelas sendiri digunakan untuk menciptakan objek. Ingat bahwa Java berorientasi objek. Kata public di depannya berfungsi agar kelas tersebut dapat diakses oleh semua program lain. Untuk saat ini anggaplah objek sebagai suatu item yang dapat dimanipulasi oleh sebuah program. Dalam Listing 2 terdapat tambahan kata extends. Hal ini berarti kelas yang kita buat akan mewarisi sifat-sifat dari kelas yang kita extends. Dengan kata lain kita menjadikan kelas yang kita extends sebagai himpunan bagian dari kelas kita buat.
Kemudian kita menemukan baris pernyataan public static void main(String[] args) dan public void paint(Graphics g). Keduanya adalah pernyataan pembuka sebuah metode. Metode sendiri adalah kumpulan pernyataan untuk melakukan suatu tugas tertentu dalam kelas. Keduanya sebenarnya mempunyai fungsi yang sama namun dalam konteks yang berbeda. Dalam setiap aplikasi harus ada sebuah metode yang bernama main yang akan dieksekusi pertama kali saat program tersebut dieksekusi. Sementara dalam applet, metode yang pertama kali akan dieksekusi ketika applet diload adalah paint. Kata public di depannya mempunyai fungsi yang sama dengan kata public yang ada di depan baris permulaan kelas. Namun nantinya Anda akan menemukan juga bentuk lain seperti private dan protect yang akan kita bahas nanti.
Pada Listing 1 terdapat kata static pada pernyataan pembuka metode main. Hal ini berarti metode main tidak mengubah atau menggunakan objek yang diciptakan oleh kelas tersebut, sehingga dapat dikatakan berdiri sendiri dan tidak terikat dengan objek. Dalam metode main dalam aplikasi, parameternya adalah selalu String[] args, di mana args hanyalah sebuah nama dari objek array dari String. Array ini nantinya akan berisi parameter-parameter yang diberikan user sebagai argumen command line. Sementara Anda tidak perlu mengerti mengenai parameter tersebut, cukup diingat bahwa bentuk metode main harus selalu demikian.
Kemudian di dalam kedua metode pada kedua listing tersebut, kita menemukan sebuah pernyataan. Anda tentu dapat saja meletakkan lebih dari satu pernyataan dalam sebuah metode. Setiap pernyataan dalam sebuah metode dipisahkan oleh titik koma dan akan dieksekusi satu persatu. Kedua pernyataan pada listing ternyata memanggil sebuah metode lain yaitu metode println dan paint. Tentunya dapat Anda perhatikan bahwa untuk memanggil sebuah metode diperlukan tiga komponen yaitu:
  1. Objek yang ingin kita pakai. Dalam hal ini objek System.out dan Graphics g.
  2. Nama metode yang ingin kita pakai. Dalam hal ini println dan paint.
  3. Sepasang tanda kurung yang berisi informasi tambahan yang diperlukan oleh metode yang dipanggil, yaitu parameter.
Dalam Listing 1, pernyataan System.out.println("Apa Kabar Dunia?"); berarti carilah objek out dalam kelas System kemudian panggil metode println dari objek out dengan parameter berupa string "Apa Kabar Dunia?". Sedang dalam Listing 2, pernyataan g.drawString("Apa Kabar Dunia?", 5, 25); berarti carilah objek g kemudian panggil metode drawString pada objek g dengan parameter "Apa Kabar Dunia?”, 5, 25);.

Eksekusi

Setelah selesai membahas sintaks dasar Java dalam kedua listing, selanjutnya kita akan mencoba mengeksekusi kedua program ini. Untuk program pertama yang berupa aplikasi biasa, kita tinggal mengetikkan perintah java HelloWorld pada prompt dan pesan Apa Kabar Dunia? akan tampil di layar (atau mungkin di tempat lain, bergantung sistem operasi Anda). Sedangkan untuk applet kita mesti membuat sebuah file HTML sebagai pembungkus—atau pemanggilnya. Berikut diberikan contoh file HTML untuk membungkus applet yang kita buat.
<HTML>
  <HEAD>
    <TITLE>Coba Applet</TITLE>
  </HEAD>
  <BODY>
    <APPLET CODE="HelloWorldApplet.class" WIDTH=150 HEIGHT=25>
    </APPLET>
  </BODY>
</HTML>
Beri nama helloword.html dan simpanlah di direktori yang sama dengan lokasi file-file .java dan .class sebelumnya. Untuk mengeksekusi applet kita cukup membuka file HTML tersebut di browser yang Java-enabled atau mengetikkan perintah appletviewer namafile.html di prompt.



Designed by Animart Powered by Blogger